Dalam sejarah, laut merupakan jembatan penghubung integrasi ekonomi, integrasi budaya, dan integrasi politik. Kebijakan Pemerintah Kepulauan Riau yang memposisikan diri sebagai bagian dari poros maritim cukup beralasan, baik secara historis maupun geo strategis. Tulisan ini memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan Kerajaan Riau Lingga pada abad 18-20. Riau menjadi pusat perdagangan dan melakukan aktivitas perdagangan di pantai Timur Sumatera sekaligus menjadi pelabuhan transito antara timur dan barat karena letaknya yang strategis di jalur dagang Selat Malaka. Keberadaan Riau dengan karakteristik wilayah yangunik, ternyata memberikan nuansa tersendiri pada masa-masa selanjutnya.
Copyrights © 2021