Terumbu karang merupakan ekosistem khas di wilayah perairan dangkal di daerah katulistiwa salah satunya di kawasan bentang laut kepala burung di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua. Wilayah-wilayah di kawasan ini terkoneksi karena kondisi biogeografis, kelautan, genetik antara kawasan terumbu, dan berbagi karakteristik ekologi dan lingkungan Kota dan Kabupaten Sorong merupakan salah satu dari kawasan di bentang laut kepala burung namun informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang masih terbatas. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi ekosistem terumbu karang di Kota dan Kabupaten Sorong sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Pengambilan data terumbu karang berdasarkan analisis dokumen dari Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong, Kementerian Kelautan dan Perikanan rentang tahun 2017 – 2020.Data terumbu karang diperoleh dengan metode Point Intersect Transect (PIT). Berdasarkan hasil analisis, kondisi terumbu karang di Kota Sorong masuk dalam kategori sedang dengan tutupan karang hidup sebesar 46,8%. Begitu pula dengan kondisi terumbu karang di Kabupaten Sorong masuk dalam kategori sedang dengan tutupan karang hidup sebesar 45,6%. Dengan tingginya aktifitas di wilayah pesisir seperti transportasi laut, perikanan tangkap dan pariwisata, perlu upaya pengelolaan yang baik untuk memitigasi penurunan kondisi terumbu karang di Kota dan Kabupaten Sorong
Copyrights © 2022