Pandemi Covid-19 yang muncul membawa perubahan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk aspek pendidikan. Dunia pendidikan mengalami perubahan secara signifikan yang pastinya dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik didalamnya. Peraturan pemerintah yang menetapkan bahwa guna mengurangi penyebaran virus Covid-19 mengharuskan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran dirumah yang akhirnya terwujudlah kegiatan pembelajaran secara daring/online. Pembelajaran daring/online memiliki banyak kekurangan dan kelebihan didalamnya. Pembelajaran online menimbulkan dampak psikologis bagi anak sekolah secara signifikan. Pembahasan mengenai dampak psikologis akibat pembelajaran daring dituliskan dalam artikel ini. Artikel ini ditulis sebagai sebuah artikel penelitian. Artikel penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang akan menjabarkan dan juga membahas dampak pembelajaran daring/online bagi psikologis anak usia sekolah yang berpedoman juga pada penelitian terdahulu dalam jurnal yang telah dipublikasi dan pernah dilakukan sebelumnya. Metode yang digunakan yakni berupa deskriptif kualitatif yang bersifat literature dan termasuk pada jenis penelitian pendekatan kepustakaan (library reseach). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperoleh temuan 51 kasus yangmana terkait adanya kegiatan belajar daring (online) anak usia sekolah cenderung menjadi cepat lelah dan capek akibat kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara online. Apabila anak terbeban dengan kondisi tersebut, maka dapat menimbulkan reaksi anak yang berkaitan dengan kesehatan psikis yang justru akan mempengaruhi imunitas pada anak. Dampak psikologis reaksi anak dalam proses pembelajaran daring adalah cemas. Cemas dapat mengakibatkan masalah stress yang akan dapat menganggu aktifitas sehari-hari pada anak tersebut
Copyrights © 2022