Provinsi Jawa Tengah memiliki peluang untuk menjadi pusat agroindustri di Indonesia. Hal ini didukung oleh besaran Location Quotient (LQ) untuk kedua sektor ini yang lebih dari satu. Selain itu, produksi pertanian Jawa Tengah yang berbasis tanaman pangan dan hortikultura juga menjadi salah satu sandaran produksi nasional. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif juga berpotensi dapat dihasilkan Provinsi Jawa Tengah mengingat sektor agroindustri dapat mengambil hampir separuh pangsa pasar tenaga kerja di Jawa Tengah serta sektor pertanian juga menjadi tumpuan nafkah bagi lebih dari seperlima penduduk miskin di Jawa Tengah. Pilihan investasi juga lebih optimal apabila dikucurkan pada kedua sektor ini karena dapat memberikan hasil berupa tambahan output sekaligus serapan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan kucuran investasi ke sektor-sektor lain dengan besaran yang sama. Diharapkan ekonomi Jawa Tengah dapat diungkit pertumbuhan ekonominya melalui peningkatan output agroindustri karena dapat mengurangi pengangguran sekaligus menurunkan kemiskinan.
Copyrights © 2022