Penelitian Metafora dalam Puisi Kabar Duka Karya Ama Achmad bertujuan untuk mengungkapkan cara penyair merekam peristiwa gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada akhir September 2018. Penyair dengan kekuatan metafornya menggambarkan bencana gempa tersebut. Seperti klausa laut melumat seluruh yang artinya tsunami dan tanah meremukkan segala yang artinya likuefaksi. Para penyair menuliskannya ke dalam kumpulan puisi, 2018: Almanak Bencana dan Sajak-sajak Renjana. Namun, peneliti berfokus pada puisi berjudul Kabar Duka karya Ama Achmad. Puisi yang merupakan salah satu medium ekspresi penyair untuk merekam bencana ke dalam karya sastra dengan sentuhan kreatif. Hal ini tentu berbeda dengan media maenstream merekam gempa karena penyair mempunyai jalan tersendiri agar pesan dibaca oleh masyarakat bernilai estetik dan bermetafor. Dengan demikian, sejauh mana kekuatan metafor yang digunakan menciptakan arti dan makna untuk mencapai efek estetis akan diulas dalam penelitian ini. Hal itu dengan melihat tenor (idea) dan vehicle (image), sehingga makna metaforisnya terungkap.
Copyrights © 2021