Jurnal Tafsere
Vol 4 No 2 (2016)

TAFSIR LIBERATIF FARID ESACK

Abduh Wahid (UIN Alauddin Makassar)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2016

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan tentang sosok pemikir Islam yang berupaya membumikan al-Qur’an sebagai kitab suci yang mampu menyelesaikan persoalan realitas. Farid Esack adalah salah satu figur sentral menggulirkan rezim apartheid di Afrika Selatan. Semangat perjuangannya terinspirasi dari semangat perjuangan Nabi Muhammad melawan segala bentuk rasialisme, tirani, ketidakadilan dan kapitalisme kaum Quraiys yang didokumentasikan dalam al-Qur’an. Bagi Esack, al-Qur’an adalah teks pembebasan. Peristiwa eksodus (hijrah) Nabi Musa dan kaumnya dalam al-Qur’an merupakan cermin dalam memaknai kembali ajaran-ajaran al-Qur’an. Esack mengelaborasi peristiwa eksodus Nabi Musa seabgai tipikal penindasan yang serupa dengan apa yang dialami oleh kemunitas Afrika Selatan. Hermeneutika liberatif Farid Esack memang patut diapresiasi sebagai model penafsiran yang progresif berpijak pada teologi dan fokus pada kondisi Afrika Selatan yang dikuasai rezim apartheid dan layak dikembangkan dalam konteks negara dunia ketiga yang secara garis besar terjerat dalam kemiskinan dan ketidak-adilan.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

tafsere

Publisher

Subject

Religion

Description

Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of ...