Penyakit paru obstruktif kronik merupakan satu dari 4 penyakit tidak menular utama yang menyebabkan kematian di indonesia (WHO, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik batuk efektif untuk mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Jenis penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan One Grup Pretest dan Posttest Design. Dilaksanakan pada Bulan Mei 2021 di Rumah Sakit Mayjen H. A Thalib. Populasi Sebanyak 16 orang. Menggunakan teknik total sampling. Sampel sebanyak 16 orang. Hasil penelitian sebelum dilakukan tindakan teknik batuk efektif 100% responden suara nafas ronchi dan 68,75% frekuensi nafas normal. Setelah dilakukan Tindakan sebanyak 81,25 responden suara nafas vesikuler dan 87,50 % responden dengan frekuensi nafas normal. Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan p value 0.000 dan p value 0,045. Ada pengaruh tindakan batuk efektif terhadap bunyi nafas dan frekuensi nafas pada pasien Penyakit paru obstruksi kronik. Diharapkan rumah sakit dapat menerapkan teknik batuk efektif ini untuk mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
Copyrights © 2021