Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna yang tersurat dan tersirat terkait “Abaqo” (pelarian) dalam kisah Nabi Yunus yang terungkap di QS. as-Saffat: 140. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis serta pendekatan dan mengaplikasikan teori semiotika Roland Barthes. Teori yang ditawarkan oleh Roland Berthes ini menyuguhkan pendekatan semiotika dengan dua langkah. Pada langkah awal yaitu sistem linguistik atau yang dikenal dengan makna denotasi. Kemudian pada langkah kedua yaitu dengan sistem mitologi atau makna konotasi. Dengan kata lain, pembacaan pada langkah awal merupakan pembacaan secara tekstual melihat aspek tulisan dan bahasa. Kemudian pada langkah kedua pembacaan dilakukan dengan melihat sisi kontekstual yang terjadi. Dengan pendekatan ini penulis mendapatkan hasil yaitu: pertama, sistem linguistik yang tedapat dalam kata Abaqo tidak hanya diartikan sebagai lari pada umumnya tapi lari meninggalkan sesuatu, yang terdapat banyak makna tersirat didalam kata Abaqo. Kedua, pemaknaan kata Abaqo dari sistem mitologi dapat dimaknai sebagai Nabi Yunus yang diklaim ingkar dari tanggung jawab karena Nabi Yunus mengalami putus asa yang disebabkan tidak berhasil dan gagal dalam mendakwahkan Agama dan ajaran yang Nabi Yunus bawa berupa iman dan tauhid.
Copyrights © 2022