Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara empiris tentang pengaruh slack resources dan feminisme dewan terhadap kualitas pengungkapan CSR perusahaan. Dalam penelitian ini slack resources diukur berdasarkan; cash flow dibagi dengan sales. Feminisme dewan diukur menggunakan proksi diversifikasi gender dalam dewan direksi, dewan komisaris, dan komisaris independen. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keberlanjutan (sustainability report) serta data keuangan maupun non-keuangan dengan metode purposive sampling, sehingga dari 655 perusahaan diperoleh sampel sebanyak 34 yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa slack resources tidak berpengaruh terhadap kualitas pengungkapan CSR perusahaan. Sedangkan feminisme dewan berpengaruh terhadap kualitas pengungkapan CSR perusahaan. Selanjutnya, disarankan bagi peneliti untuk memperpanjang periode dan memperluas sampel, rendahnya nilai Adjusted R2 yaitu 14,1% pada penelitian diharapkan dapat menguji dengan berfokus terhadap satu sektor perusahaan, tidak mempertimbangkan laporan keberlanjutan sebagai kriteria sampel.
Copyrights © 2023