Dalam era globalisasi kesadaran akan identitas pribadi maupun persekutuan semakin menonjol. Hal ini merupakan suatu "paradoks". Sebab ketika dunia semakin menyatu, semakin mejemuk pula bentuk-bentuk ekspresinya. kemajemukan merupakan kenyataan sosiologis yang tidak dapat dihindari. Ditengah manfaatnya proses globalisasi yang ternyata juga memperkuat kemajemukan dalam kehidupan masyarakat, pendidikan memiliki perang penting dalam mentransformasikan nilai-yang positif-kontruktif sehingga masyarakat tidak kaku dalam menghadapinya. Dalam konteks inilah pendidikan Islam memiliki tradisi panjang dalam berhadapan dengan isyu-isyu demokrasi.
Copyrights © 2013