Tulisan ini fokus pada hasil penelitian tentang NU di Kota Gorontalo, dengan alasan bahwa NU di kota ini merupakan kelompok mayoritas dan dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam membangun harmoni internal umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) NU secara struktural mengalami kendala. Roda organisasi tidak berjalan sesuai dengan mekanisme keorganisasian yang baik; 2) NU lebih dipahami sebagai simbol identitas kelompok Aswaja yang moderat; 3) relasi NU dan Muhammadiyah pada tahun 1960-1990-an berjalan alot dan tegang; 4) Kehadiran kelompok Salafi dan Syiah menjadi pemicu baru konflik internal umat beragama. Hal ini membutuhkan peran aktif dari NU sebagai organisasi yang mengusung moderatisme. Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Kelompok Keagamaan, moderat, konflik internal
Copyrights © 2017