Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang memperkenalkan kembali pendidikan harmoni berbasis local genius pada masyarakat adat Lampung. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai luhur pada local genius masyarakat adat Lampung perihal aktivitas kehidupan yang harmonis dan damai di tengah masyarakat multikultural. Fokus kajian adalah falsafah hidup dalam tradisi Piil Pesenggiri. Sebagai “tuan rumah” budaya, Piil Pesenggiri dengan pilarpilarnya, yaitu: Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambaiyan, dan Juluk Adok menjadi spirit dan sumber jati diri, martabat, dan keluhuran sikap masyarakat adat Lampung. Data dalam penelitian ini terkumpul melalui wawancara, observasi, dan telaah teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piil Pesenggiri dapat berperan sebagai penggerak dalam mengembangkan kesadaran arti pentingnya hidup berkelompok dan mendorong kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai dan falsafah hidup yang terkandung dalam Piil Pesenggiri Ulun Lampung merupakan local genius yang dapat dijadikan media pendidikan harmoni yang bersifat kohesif sebagai elemen perekat masyarakat lintas agama, lintas warga, dan kepercayaan. Kata Kunci: Ulun Lampung, Piil Pesenggiri, local genius, dan masyarakat
Copyrights © 2017