Persoalan seksualitas, masih menjadi persoalan tabu pada masyarakat Indonesia. Terlebih jika seksualitas ini dikaitkan dengan hak-hak pelayanan kepada jemaah haji selama di Arab Saudi. Penelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah (a) seberapa jauh manasik haji memberi ruang diskusi persoalan-persoalan seksualitas bagi jemaah haji?; (b) bagaimana jemaah haji mengkonstruksi seksualitas selama di Arab Saudi?; dan (c) strategi apa yang mereka lakukan dalam menyelesaikan problem seksualitas selama di Arab Saudi? Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan seksualitas jemaah haji selama di Arab Saudi menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi, sehingga penyelenggara haji di berbagai tingkat perlu memberi ruang, terutama untuk kemaah haji usia produktif secara seksual. Ini ditunjukkan bahwa hampir seluruh Jemaah haji usia produktif menyelesaikan persoalan seksualitas selama di Arab Saudi dengan cara yang berbeda-beda, dan nyaris tidak terstrukur karena tidak diberikan ruang secara formal oleh penyelenggara haji.
Copyrights © 2020