Mapalus sebagai salah kearifan lokal dalam budaya Minahasa yang mengandung makna kerja sama atau gotong royong telah mengalami perluasan makna dan cakupan pada tataran praktisnya hari ini. Kerja Mapalus juga akan mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat Kota Manado yang memiliki keberagaman agama, budaya, etnis,dll. Namun, dibalik keberagaman tersebut sering terjadi pergesekan dalam bentuk sentimen agama di antara masyarakat Kota Manado, khususnya kelompok Kristen dan Muslim. Berangkat dari hal itu, maka penelitian ini bertujuan ingin memperjumpakan Mapalus yang adalah kearifan lokal masyarakat Minahasa, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi agama tua leluhur Minahasa zaman dahulu dalam konteks hubungan antar agama Kristen dan Muslim di Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Data akan diperoleh dengan cara mengumpulkan berbagai hasil penelitian, jurnal, dokumen, buku, dan berita yang dapat menjadi data pendukung. Dengan adanya Mapalus dari tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat, dapat membantu dalam mendorong terciptanya perdamaian dan kerukunan di Kota Manado. Membangun perdamaian termasuk didalamnya yaitu, mendorong tercapainya keadilan bagi setiap masyarakat dari aspek sosial, ekonomi hingga keagamaan. Makna kerja sama yang ada dalam Mapalus diharapkan dapat menjadi basis common values bagi masyarakat lintas agama di Kota Manado dalam mendukung adanya penerimaan dan terbangun sikap inklusif juga moderat.
Copyrights © 2022