In suffering God is considered absent in human life. To prove God's presence in suffering, a literary criticism approach will be used to interpret the book of Exodus which shows the nature of God's rescue mission. The method used in this study is a qualitative approach and a post-modern interpretation method with the social and political context of Exodus. When the suffering caused by the pandemic takes away hope for life, then rescue mediators today are used by GOD to bring hope for life and the future. God is present to cooperate with His servants in every age in different ways, but with the same goal, which is to provide salvation to people who are suffering. Dalam penderitaan Tuhan dianggap absen dalam kehidupan manusia. Untuk membuktikan kehadiran Allah dalam penderitaan, akan digunakan pendekatan kritik literaris untuk menafsir kitab Keluaran yang menunjukkan sifat dari misi penyelamatan TUHAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode penafsiran paska modern dengan konteks sosial dan politik kitab Keluaran. Ketika penderitaan akibat pandemi menghilangkan harapan akan kehidupan, maka mediator-mediator penyelamatan di zaman sekarang dipakai TUHAN untuk membawa pengharapan akan kehidupan dan masa depan. Allah hadir bekerjasama dengan para hamba-Nya di setiap zaman melalui cara yang berbeda-beda, namun dengan tujuan yang sama, yakni memberi keselamatan kepada umat yang mengalami penderitaan.
Copyrights © 2023