Batuk merupakan upaya pertahanan paru terhadap berbagai rangsangan yang ada dan refleks fisiologis yang melindungi paru dari trauma mekanik, kimia dan suhu. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari- hari di Indonesia. Pengobatan batuk biasanya dilakukan dengan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Hasil suatu studi menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan lebih memahami tentang penggunaan obat batuk dibandingkan dengan mahasiswa non kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pendidikan (mahasiswa kesehatan dan mahasiswa non kesehatan) dengan tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat batuk serta untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dengan mahasiswa non kesehatan terhadap penggunaan obat batuk di STIKes Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik bersifat non-eksperimental melalui penyebaran kuesioner. Penelitian dilakukan di STIKes Keluarga Bunda Jambi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 16 responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan responden dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu baik, sedang, dan kurang. Usia dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan responden mengenai penggunaan obat batuk. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dengan mahasiswa non kesehatan terhadap pengetahuan penggunaan obat batuk. Dalam penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan lebih tinggi di banding mahasiswa Non kesehatan di STIKes Keluarga Bunda Jambi.
Copyrights © 2022