Eka Ulya Nadiroh
STIKES Keluarga Bunda Jambi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Swamedikasi di Lima Apotek di Kelurahan Kebun Handil Jambi Ririn Anjelin; Nadia Raihana; Eka Ulya Nadiroh; Enovi Amelia Putri
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2 (2019): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v4i2.146

Abstract

Swamedikasi adalah cara manusia untuk mengobati penyakit atau gejala penyakit ringan seperti demam, batuk, flu, nyeri dan lain-lain tanpa resep dokter. Dalam prakteknya, keterbatasan pengetahuan akan obat dan penggunaannya dapat menyebabkan kesalahan pengobatan, Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif cross sectional. Kuisioner divalidasi dengan teknik filling. Sebanyak 292 orang peserta penelitian ini dipilih dari lima apotek di Kelurahan Kebun Handil Jambi melalui prosedur pengambilan sampel sekuensial, yang ditentukan secara proporsional sesuai populasi masing-masing apotek. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat pengetahuan pasien tergolong sedang dengan persentase 53,5%. Rasionalitas swamedikasi dianggap rasional dengan persentase 69,5%.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT BATUK DI STIKES KELUARGA BUNDA JAMBI Nadia Raihana; Ririn Anjelin; Eka Ulya Nadiroh; Elisa Widyanti
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.153

Abstract

Batuk merupakan upaya pertahanan paru terhadap berbagai rangsangan yang ada dan refleks fisiologis yang melindungi paru dari trauma mekanik, kimia dan suhu. Batuk merupakan gejala tersering penyakit pernapasan dan masalah yang sering kali dihadapi dokter dalam praktik sehari- hari di Indonesia. Pengobatan batuk biasanya dilakukan dengan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Hasil suatu studi menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan lebih memahami tentang penggunaan obat batuk dibandingkan dengan mahasiswa non kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pendidikan (mahasiswa kesehatan dan mahasiswa non kesehatan) dengan tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat batuk serta untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dengan mahasiswa non kesehatan terhadap penggunaan obat batuk di STIKes Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik bersifat non-eksperimental melalui penyebaran kuesioner. Penelitian dilakukan di STIKes Keluarga Bunda Jambi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 16 responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan responden dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu baik, sedang, dan kurang. Usia dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan responden mengenai penggunaan obat batuk. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dengan mahasiswa non kesehatan terhadap pengetahuan penggunaan obat batuk. Dalam penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan lebih tinggi di banding mahasiswa Non kesehatan di STIKes Keluarga Bunda Jambi.
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING APOTEKER TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN GERIATRI DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN KECAMATAN TELANAIPURA KOTA JAMBI Nadia Raihana; Ririn Anjelin; Enovi Amelia Putri; Eka Ulya Nadiroh
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v5i1.151

Abstract

Puskemas merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang menyediakan kebutuhan pasien, salah satunya obat-obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap pengetahuan dan pasien geriatri yang berobat di Puskesmas Simpang IV Sipin. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan rancangan penelitian one group posttest. Pasien di akan diberi konseling oleh Apoteker dilanjutkan dengan posttest setelah pemberian konseling. Data yang diperoleh meliputi data jenis kelamin responden, tingkat pendidikan, pekerjaan responden, penggunaan obat oleh responden, riwayat penyakit, obat yang digunakan, kepatuhan penggunan obat, efek samping dan sifat penyakit yang dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran pasien geriatri yang berobat ke Puskesmas Simpang IV Sipin. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan pasien yang menjawab benar setelah dilakukan konseling tentang data obat yang digunakan yaitu 23 responden (76.6%), alasan menggunakan obat yaitu 30 orang (100%), fungsi pengobatan sebanyak 28 orang (93.3%), cara menggunakan obat sebanyak 28 orang (93.3%), lama penggunaan obat sebanyak 20 orang (66.7%), efek samping obat sebanyak 18 orang (60%), mengenai penyakit yang diderita sebanyak 27 orang (90%) dan sifat penyakit yang diderita pasien sebanyak 18 orang (60%). Kesimpulan dari hasil yang didapatkan bahwa konseling apoteker sangat diperlukan untuk pasien khususnya pasien geriatri.