Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol. 23 No. 2 (2022)

Kedudukan dan Relasi Politik Tan Jin Sing pada Peristiwa Geger Sepehi dalam Babad Panular, Babad Mangkubumi, dan Babad Pakualaman

Uddin, Baha (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Jan 2023

Abstract

Penelitian mengenai peristiwa Geger Sepehi memang sudah banyak dilakukan oleh sejarawan baik dalam rangkaian peristiwa sosial politik awal abad ke-19 di Kasultanan Yogyakarta maupun dalam kaitannya sebagai salah satu permulaan dari peristiwa Perang Jawa. Ada dua aspek yang menjadi fokus kajian artikel ini. Pertama adalah mengenai kedudukan dan peran Tan Jin Sing, sedangkan kedua adalah melihatnya dari perspektif literasi dan pandangan orang Jawa melihat orang Tionghoa melalui tiga babad yang masing-masing mewakili entitas sosial politik yang terlibat dalam pergumulan di sekitar peristiwa Geger Sepehi. Terjadinya peristiwa ini tidak dapat dilepaskan dari pergumulan politik yang terjadi pada masa pemerintahan Daendels yang kemudian berlanjut ketika Raffles menggantikan rezim kolonial di Indonesia. Kemampuan dan kecakapan Tan Jin Sing-lah yang membawanya masuk dalam pergaulan dengan tokoh-tokoh penting dari pemerintahan kolonial Inggris maupun di Kasultanan Yogyakarta. Hal inilah yang menjadikannya menjadi salah satu tokoh kunci dalam dinamika politik yang terjadi di sekitar peristiwa Geger Sepehi. Kedudukan dan perannya sebagai mediator dan fasilitator antara pemerintah kolonial Inggris dengan Kasultanan Yogyakarta, pada satu sisi ikut mencari solusi atas berbagai permasalahan, namun pada sisi yang lain justru mempercepat terjadinya klimaks dalam pergumulan politik pada peristiwa Geger Sepehi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

patrawidya

Publisher

Subject

Arts Social Sciences

Description

The Patrawidya appears in a dark gray cover with a papyrus manuscript. The Patrawidya Journal is published three times a year in April, August and December. The study of the Patrawidya Journal article is on the family of history and culture. The Patrawidya name came from a combination of two words ...