JNANASIDDHÂNTA : JURNAL TEOLOGI HINDU
Vol 4, No 1 (2022)

ASPEK TEOLOGI HINDU DALAM TRADISI NERANG UJAN DI BALI

Putu Maria Ratih Anggraini (STAH N Mpu Kuturan Singaraja)



Article Info

Publish Date
18 Jan 2023

Abstract

Artikel ini memuat tentang tradisi nerang ujan di Bali dalam persepktif Teologi Hindu. Tradisi nerang hujan sudah diwarisi oleh masyarakat Bali secara turun-temurun dan masih tetap eksis sampai sekerang. Tidak hanya di Bali hampir diseluruh wilayah nusatara memiliki tradisi yang sama yaitu menolak kedatangan hujan atau memanggil hujan. Di Bali sumber-sumber tradisi nerang hujan  banyak ditemukan pada naskah lontar yang tersimpan diperpustakaan maupun yang masih berada di rumah-rumah masyarakat. Biasanya orang yang melakukan nerang hujan  selalu menggunkan sarana dan mantra untuk memuja salah satu Ista Dewata. Jika pelaksanaannya di areal rumah, cukup nunas (meminta) panerangan hujan di sanggah kemulan atau pangijeng karang, Jika dilaksanakan pada tingkatan Banjar maka nunas (meminta) pada Palinggih Bhagawan Penyarikan, dan jika pada tingkatan Desa biasanya nunas di Pura Khayangan Tiga

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jnanasidanta

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities

Description

Jurnal Jñānasiddhânta merupakan Jurnal Teologi Hindu yang terbit tiap semester. Artikel dalam jurnal mengadopsi nilai Teologi Hindu dan teologi lokal yang bekembang. Penulis dalam Jurnal Jñānasiddhânta berasal dari kalangan akademis di lingkungan STAH N Mpu Kuturan Singaraja serta masyarakat ...