E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana
Vol 3, No 4 (2015)

KARAKTERISTIK PASIEN ABORTUS INFEKSIOSUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI 1 JANUARI 2010 - 31 DESEMBER 2011

Darmayasa, I Made (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Jun 2015

Abstract

Terdapat 38 kasus abortus infeksiosus dalam kurun waktu Januari 2010 sampai dengan Desember 2011 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali dengan karakteristik sebagai berikut : Kelompok umur terbanyak adalah usia 20-35 tahun sebesar 63,2%, sebanyak 65,8% kasus tidak menikah atau dalam status belum menikah, menurut paritas terbanyak adalah paritas 0 sebesar 57,9%, menurut pendidikan terbanyak yaitu menengah (SMP dan SMA) sebesar 84,2%, dengan pekerjaan terbanyak adalah sebagai pegawai swasta sebesar 65,8%, suku terbanyak adalah suku Bali sebesar 63,2%, sistem pembayaran terbanyak adalah umum sebesar 79,0%,  keluhan saat datang adalah perdarahan pervaginam sebesar 76,3%, sebesar 73,7% kasus tidak menggunakan kontrasepsi, seluruh kasus 100% merupakan kehamilan yang tidak diinginkan dengan adanya upaya untuk menggugurkan kandungan, dengan alasan belum siap menikah sebesar 57,9%, metode menggugurkan kandungan terbanyak dengan memasukkan benda asing kedalam vagina sebesar 47,3%, tempat menggugurkan terbanyak adalah didukun sebesar 50%, terbanyak usia kehamilan > 12 minggu sebesar 65,8%, komplikasi yang ditimbulkan DIC sebanyak 2 kasus (5,3%) dan sepsis 1 kasus (2,6%) yang memerlukan perawatan diruang intensif, rata-rata lama perawatan kurang  dari atau sampai dengan 9 hari sebesar 79,0%, sebesar 84,2% kasus pulang dengan keadaan membaik atau sembuh dan 6 kasus (15,8%) pulang paksa, tidak terdapat kasus kematian maternal oleh karena abortus infeksiosus. Hal ini mencerminkan sudah baiknya penanganan abortus infeksiosus disamping kondisi saat penderita datang masih stabil dan adanya dukungan saudara, keluarga bahkan pacar untuk segera berobat.

Copyrights © 2015