Budaya keselamatan pasien merupakan kesadaran konstan dan potensi aktif oleh staf sebuah organisasi dalam mengenali sesuatu yang tampak tidak beres. Staf dan organisasi yang mampu mengakui kesalahan, belajar dari kesalahan, dan mau mengambil tindakan untuk mengadakan perbaikan dikatakan sudah melaksanakan budaya keselamatan. Supervisi pelayanan keperawatan diartikan sebagai penyediaan pemantauan (monitoring), bimbingan, dan umpan balik (feedback) tentang masalah-masalah pribadi, profesional, dan perkembangan pendidikan dalam konteks perawatan yangaman bagi pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Supervisi Pelayanan Keperawatan Pada Perawat Pelaksana Dengan Budaya Keselamatan Pasien di RSU Pancaran Kasih Gemim Manado. Desain penelitian menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling pada 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan Lembar Observasi. Data kemudian disajikan dalam tabel tabulasi silang dan data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p value) α = ≤ 0,05. Hasil penelitian : menggunakan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel tersebut dengan nilai signifikan (p) = 0,000 α = ≤ 0,05 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara Supervisi Pelayanan Keperawatan Pada Perawat Pelaksana Dengan Budaya Keselamatan Pasien di RSU Pancaran Kasih Gemim Manado.
Copyrights © 2017