KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi
Vol 8, No 2 (2022): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI

Titik Temu Hukum Fondrakõ dengan Keluaran 20:3-17 sebagai Tatanan Kehidupan Masyarakat Nias

Firman Panjaitan (Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu)
Steven Anugerah Jaya Ndruru (Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2022

Abstract

This article aims to show the equality between the Fondrakõ law and the ten Laws as written in Exodus 20:3-17. The equality of these two laws lies in the pattern of the relationship between humans and God and humans with each other. By looking at the equality between these two laws, it can be ascertained that in fact the application of the Fondrakõ law to the lives of the people of Nias is very contextual. The discussion in this article uses the cross-textual reading method, which refers to a comparative-correlative study approach by looking at and finding similarities and differences between the two selected texts. The results of the research show that the Fondrakõ law and the Torah Law are actually two laws that have similarities and are interrelated to one another. Even if there are differences between the two laws, these differences can be used to complement each other and enrich each other's meanings. Thus, Torah law can actually be applied in the life of Nias people through Fondrakõ laws, especially those that regulate the relationship between humans and God and each other.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menunjukkan kesetaraan antara hukum Fondrakõ dengan sepuluh Hukum Taurat seperti yang ditulis dalam Keluaran 20:3-17. Kesetaraan kedua hukum ini terletak pada pola hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Dengan melihat kesetaraan antara kedua hukum ini, dapat dipastikan bahwa sesungguhnya pemberlakuan hukum Fondrakõ terhadap kehidupan masyarakat Nias sangat kontekstual. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode pembacaan cross textual, yang mengacu pada pendekatan studi komparatif-korelatif dengan cara melihat dan menemukan persamaan dan perbedaan kedua teks terpilih. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa hukum Fondrakõ dengan Hukum Taurat sesungguhnya merupakan dua hukum yang memiliki persamaan dan saling bertalian satu sama lain. Kalau pun ada perbedaan di antara kedua hukum tersebut, justru perbedaan itu dapat dipakai untuk saling melengkapi dan memperkaya makna satu sama lain. Dengan demikian sejatinya hukum Taurat dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat Nias melalui hukum Fondrakõ, khususnya yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan dan sesamanya.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

KNS

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal Kenosis bertujuan untuk memajukan aktifitas dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang kajian Teologi serta ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Teologi yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Institut Agama Kristen ...