Anak yang mempunyai kemampuan dibawah rata-rata anak normal lainnya dengan keterbelakangan mental disebut dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berbagai cara belajar yang sudah pernah dipakai mengarah ke suatu pandangan, yakni harus mudah dioperasikan dan dipahami oleh anak yang terbelakang. Salah satu cara yang dapat dilakukan pada metode belajar anak terbelakang yakni melalui instrumen pertunjukan yang bisa memukau dan menambah keinginan anak untuk menimba ilmu. Studi kasus penelitian dilaksanakan di Sekolah BC Yatira Cimahi yang mengarah ke kurikulum Sekolah Luar Biasa (SLB), dengan berfokus pada anak tunagrahita. Berdasarkan hasil observasi didapat kebutuhan (requirement) untuk membuat suatu permainan yang bisa dipakai siswa berlatih bilangan angka 1-20. Media permainan berbentuk interaktif berasas mobile agar lebih menarik dan tidak membosankan. Eleman perangkat lunak dalam pengerjaan permainan ini memakai Construct 2 serta Adobe Illustrator. Game edukasi ini gampang dijalankan oleh anak keterbelakangan dengan mudah. Berdasarkan pengujian kepuasan pengguna dari total daftar pertanyaan, terdiri dari pertanyaan terkait game, bahan dan quiz didapatan hasil memuaskan dengan nilai 91,2%. Sehingga dapat disimpulkan media ini dapat membantu siswa dalam belajar, dan melancarkan motorik anak serta bagi pengajar bisa dipakai sebagai suatu sarana pembelajaran.
Copyrights © 2022