Fenomena pencemaran air pada kawasan sungai di DAS Batang Arau telah menjadi permasalahan masif yang seringkali mengganggu berbagai aktivitas kehidupan di lingkungan sekitarnya. Menurunnya kualitas air sungai di kawasan ini terlihat dari berbagai jenis sumber pencemar. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya pada saat observasi lapangan dan pengambilan koordinat lokasi sumber pencemar yang pada umumnya sebagian besar ditemukan berupa timbulan sampah organik dan non organik, limbah rumah tangga yang mengalir dari gorong-gorong, juga limbah industri. dan polutan pertambangan dari daerah hulu. Tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk memodelkan dan menganalisis tingkat pencemaran yang terjadi di wilayah sungai DAS Batang Arau Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan teknologi geospasial. Metode pengolahan data menggunakan metode Kernel Density, yaitu pendekatan statistik yang mengestimasi fungsi distribusi probabilitas dan merupakan teknik interpolasi yang dapat memberikan gambaran sebaran hotspot dari nilai kumpulan data sampel yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat pencemaran pada sel raster wilayah badan sungai secara keseluruhan berada pada kisaran 0,14-2,57, dengan pola spasial pencemaran air umumnya terkonsentrasi di daerah hilir khususnya di Kecamatan. Padang Timur sebanyak 8,51%, Padang Barat 39,48%, dan Padang Selatan 51,03% yang tergolong tinggi (1.542-2.056) hingga sangat tinggi (2.056-2.57).
Copyrights © 2022