Maarif
Vol 17 No 2 (2022): Fenomena Hijrah Generasi Milenial (Kontestasi Narasi-Narasi Agama di Ruang Publi

Keberagamaan Hijrah: Kebutuhan Ekonomi, Sosial Kultural, dan Eksistensi di Kalangan Selebritas

Yumniati Agustin (Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta)
Widyat Nurcahyo (Universitas Tama Jagakarsa)
Irma Novida (Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta)



Article Info

Publish Date
24 Jan 2023

Abstract

Hijrah tidak selalu membawa dampak positif, tetapi terkadang memberikan dampak negatif dalam pandangan orang lain. Hal ini terjadi karena pelaku hijrah tidak semuanya berubah atas dasar keinginannya dari dalam hati dan dengan tekun mempelajari agama Islam dengan baik. Pelbagai motif melatarbelakangi munculnya hijrah di Indonesia, seperti: ekonomi, sosial kultural, dan eksistensi. Dari tiga aspek ini, kebutuhan hijrah menjadi suatu bantuk yang diikuti, tetapi tidak diresapi sebagai suatu bentuk perubahan yang harus terimaji di dalam hati. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji fenomena hijrah di kalangan selebritas dengan menggunakan teori Teun A. van Dijk: kognisi, konteks sosial, dan teks. Melalui teori ini, peneliti dapat menelaah pelbagai fenomenan di masyarakat terkait hijrah yang sedang ramai diperbincangkan generasi milenial. Metode dalam penelitian ini merupakan analisis isi. Sumber data didapatkan dari media sosial dan media lainnya yang memuat fenomena hijrah di kalangan selebritas. Hasilnya didapatkan bahwa hijrah tidak sekadar ingin berubah dari hati, tetapi ada motif ekonomi yang harus terpenuhi. Selain itu, hijrah juga diikuti berdasarkan sosial kultural masyarakat Indonesia yang mengikuti pergerakan yang besar. Tujuannya agar tetap eksis di dunia hiburan tanah air dengan segala macam polemiknya.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

maarif

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal MAARIF diarahkan untuk menjadi corong bagi pelembagaan pemikiranpemikiran kritis Buya Ahmad Syafii Maarif dalam konteks keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Beberapa isu yang menjadi konsen jurnal ini adalah tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralisme. ...