ABSTRACTBanana is one of the local fruit potentials that optimally have not been used. Many banana producers have complained about the low selling price. This is due to the lack of community knowledge on the food diversification products which made from banana as an alternative to improve the quality and price of bananas. The purpose of this community service activity was to increase knowledge and develop community creativity through the food diversification product of bananas by making the banana nuggets and flour. This activity was conducted on November 2019 in Banding and Sukaraja Village, Rajabasa District, South Lampung Regency. The applied method of this activity was a group meeting which the implementation includes three stages that was socialization, discussion, and evaluation. The results of the community service showed that community knowledge have been increased significantly after comparing the pretest and posttest results. The community was very enthusiastic about the activity because it was able to open their mindset about local fruit potentials that optimally have not been utilized, thus it was encouraged the community's desire to be creative on promoting local products that could increase the income.Keywords: Banana, Local Potential, Nuggets, Flour, Community ABSTRAKPisang merupakan salah satu potensi buah lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Produsen pisang masih banyak yang mengeluhkan harga jualnya yang rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang yang dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kualitas dan harga jual pisang. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang yaitu pembuatan nugget dan tepung pisang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 di Desa Banding dan Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pertemuan kelompok yang pelaksanaannya meliputi tiga tahapan yaitu sosialisasi, diskusi, dan evaluasi. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat secara signifikan setelah membandingkan hasil pretest dan posttest. Masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini karena mampu membuka pola pikirnya mengenai potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga mendorong keinginan masyarakat untuk berkreasi dalam mengedepankan produk lokal yang mampu meningkatkan pendapatan.Kata Kunci: Pisang, Potensi Lokal, Nugget, Tepung, Masyarakat
Copyrights © 2020