LOKO KADA
Vol 2 No 01 (2022): LOKO KADA : JURNAL TEOLOGI KONTEKSTUAL DAN OIKUMENIS

Teologi dan Ilmu Pengetahuan: Konteks dan Tantangan bagi Sekolah-sekolah Teologi di Sabah, Malaysia

Francis bin Danil (Sabah Theological Seminary (STS))



Article Info

Publish Date
31 Mar 2022

Abstract

Apakah teologi dapat dikatakan ilmu pengetahuan? Apakah pendidikan agama Kristen bisa disejajarkan dengan ilmu-ilmu pendidikan lain seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah pemerintah? Pergumulan ini dialami oleh masyarakat Kristen di Malaysia. Sebuah negara yang memiliki sensitivitas keagamaan yang tinggi, negara yang mengakui Islam sebagai satu-satunya agama resmi. Dengan sistem pendidikan keagamaan yang dibangun berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia, saya termotivasi dengan sistem pendidikan di Indonesia yang menerima baik teologi dalam sistemnya, ini menjadi perbandingan dalam tulisan ini. Tulisan ini membawa kita untuk memahami sejauhmana teologi dipahami sebagai ilmu dalam konteks kekristenan di Malaysia, dan sekaligus menjadi tantangan bagi sekolah-sekolah teologi di Sabah. Belajar agama di dalam konteks yang unik seperti Malaysia bukanlah sesuatu yang mudah. Teologi (agama) harus dilihat dengan cara berpikir yang radikal, yaitu semua agama termasuk Islam dan Kristen perlu membuka diri untuk diselidiki dan menyelidiki sama seperti ilmu-ilmu lain. Hal ini tidak bisa dielak oleh semua agama (termasuk dari agama resmi) karena realitas (kenyataan di masyarakat) mau tidak mau mendesak untuk dibicarakan. Walaupun dengan ada unsur paksaan, dan mungkin juga ada kekerasan, ia tidak dapat dielakkan lagi, dengan harapan bahwa orang akan lebih jelas, kritis dan meyakinkan terhadap apa yang berlaku dalam jemaat dan masyarakat di sekelilingnya. Ilmu pengetahuan dan agama sama-sama menggerakkan perubahan. Ketegangan antara teologi sebagai ilmu dapat diatasi dengan mempertimbangkan semua hasil-hasil penemuan ilmuan dalam rangka berpikir para agamawan secara positif. Artinya tidak dapat diabaikan ilmu-ilmu sosial antropologi dan agama dalam pendidikan teologi. Ia membantu kita mengenal masyarakat dan memahami manusia (melalui metode penafsiran dan menginterpretasi semua gejala sosial atau tradisi), khususnya orang-orang beragama dengan lebih baik. Mempelajari agamaagama berarti kita tidak selalu bertemu dengan ajaran yang abstrak, melainkan dengan manusia, sesama kita. Yaitu kita sebagai manusia yang diciptakan dan dikasihi Allah, dan yang hidup dalam masyarakat dan dunia yang sama. Dalam masa yang sama ia berarti menghargai kepelbagaian gambaran dunia, masing-masing tetapi sekaligus mengakui keterbatasan.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

lk

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Jurnal Loko Kada Teologi Kontekstual Oikumenis adalah jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Mamasa untuk membangun wacana-wacana teologi yang bersifat Kontekstual dan Oikumenis. Sebagai jurnal teologi kontekstual-oikumenis, Loko Kada mempunyai beberapa makna sebagai berikut: Secara ...