Keberadaan bangunan untuk wanita di Indonesia sangat jarang dijumpai, padahal fungsi bangunan tersebut cukup penting dalam pembentukan perilaku masyarakat. Objek yang diteliti pada artikel ini berada di Afrika Tengah, dengan budaya yang sangat berbeda tersebut bangunan pusat edukasi dan pengembangan wanita tetap disediakan untuk masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi maksud dari suatu bangunan dalam penciptaan perilaku pengguna lalu dikaitkan dengan aspek-aspek sense of place. Metode yang diaplikasikan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan penjelasan dengan menganalisa, subjektif, dan berfokus pada pengembangan teori serta data yang telah diobservasi. Pengumpulan data menggunakan telusur pustaka dan observasi untuk mengidentifikasi terkait bangunan, aktivitas pengguna, dan makna pada obyek yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat komponen pembentuk sense of place yang berpengaruh membentuk perilaku wanita lokal Rwanda untuk membangkitkan diri dari keterpurukan insiden genosida di waktu yang lalu.
Copyrights © 2023