Perkembangan bidang tehnologi kesehatan yang berintegrasi dengan kemajuan di bidang ekonomi memberikan peningkatan angka harapan hidup pada populasi di berbagai negara saat ini, namun harapan hidup yang lebih lama ini memberikan pengaruh tersendiri berupa peningkatan kasus penyakit kronis Tindakan pencegahan suatu penyakit memberikan kemampuan suatu individu untuk tetap sehat, bahagia dan mampu beraktifitas secara bebas. Imunoprofilaktik merupakan strategi ampuh dalam pencegahan utama suatu penyakit. Penerapan vaksinasi sebagai bagian imunoprofilaktik mampu memberikan efek perlindungan yang berhubungan dengan produksi antibodi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran vitamin D berhubungan dengan pembentukan antibodi pada individu yang telah mendapatkan vaksinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subyek penelitian memiliki kadar vitamin D dalam batasan normal dan untuk mengetahui pembentukan antibodi didapatkan adanya produksi antibodi di setiap subyek penelitian dengan menggunakan metode deteksi antibodi imunofluoresens. Uji kedekatan hubungan antara dua variabel menggunakan uji korelasi pearson dari 25 data penelitian. Uji korelasi pearson menunjukkan signifikansi p=0,704 dimana p>0,05 menunjukkan tidak adanya korelasi antar variabel yang dinilai. Pengaruh vitamin D terhadap sel-sel imunitas terutama yang berhubungan dengan proses produksi antibodi berjalan sangat kompleks dimana kemungkinan pengaruh tolerogenik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi. Reseptor vitamin D diketahui sebagian besar diekspresikan oleh sel-sel imun namun terdapat perbedaan kontrol yang berhubungan dengan status aktifitas sel, misalnya reseptor vitamin D dapat mengalami penurunan pada saat terjadi differensiasi menjadi sel makrofag atau sel dendrit. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi vitamin D pada sebagian besar subyek penelitian belum memberikan pengaruh yang siginifkan terhadap sistim imunitas yang dinilai berdasarkan deteksi kadar antibodi.
Copyrights © 2023