Di zaman yang semakin maju ini dikenal dengan era globalisasi, pergaulan bebas dan seksdikalangan remaja atau bisa dibilang masa pubertas bukanlah suatu hal yang biasa namunsudah memprihatinkan di Indonesia. Pendidikan seksual merupakan cara mengajar ataumendidik dalam menolong anak untuk mengatasi masalah yang bersumber pada doronganseksual. Orangtua memiliki tanggung jawab penuh untuk mengasuh, membimbing anaknyadan mendidik untuk mencapai kebaikan dalam bermasyarakat. Wanita Katolik RepublikIndonesia (WKRI) di Karanganyar memiliki potensi yang besar dalam kesejahteraanmasyarakat namun dalam hal memberikan pendidikan seks kepada anak-anaknya belummaksimal atau bisa dibilang belum semua anggotanya memberikan pengetahuan tentang sekskepada anaknya. Tujuan dari penelitian ini agar organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia(WKRI) di Karanganyar mampu memberikan pendidikan seks kepada anaknya dengankomunikasi interpersonal yang lebih mendalam dan dapat menjadi wadah penerapan kepadamasyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Jenisdata yang digunakan adalah data kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi,dokumentasi dan wawancara dan dengan teknik trianggulasi data. untuk teknik analisis datadengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keterbukaan yangdilakukan dalam kalangan keluarga, keterbukaan orang tua terhadap anak, begitu sebaliknya,sehingga orang tua memberikan kepercayaan kepada anak untuk memberikan seputaranpendidikan seks. Di sinilah peran orangtua dirasakan penting, karena orangtua wajib untukmengarahkan secara bijaksana informasi yang benar dan tepat sesuai dengan kebutuhanremaja. Dalam kenyataan nya, pendidikan seks ini masih kurang dalam tahap penerapan.Karena orang tua terkadang tidak mengetahui bahwa anak nya sudah melakukan hal yangterlalu berlebihan dalam pacaran sampai pada akhirnya mereka ada yang hamil diluarnikah.Orang tua yang menjadi anggota WKRI Karanganyar mendapatkan bekal ilmupendidikan seks melalui literasi yang diadakan oleh organisasi agar dapat disampaikan kepadaanak-anak mereka. Sehingga, anak dapat memahami mengenai pendidikan seks melalui orangtua. Pendidikan seks yang diberikan berupa kesehatan jenis kelamin dan juga edukasi masapubertas anak-anak diusia muda. Melalui komunikasi itulah orang tua dan anak dapat bertukarpikiran mengenai perkembangan sekarang dan juga mengenai pentingnya pendidikan sekssejak dini.Kunci : Pendidikan seks, Komunikasi Interpersonal, Orang tua
Copyrights © 2022