Kasus pelecehan seksual menjadi pemberitaan yang cukup sering diberitakan, Frekuensi Antara sebagai media alternatif yang mendorong orang melihat kembali dan menjelaskan yang tidak disampaikan oleh media konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif menggunakan teori konstruksi realitas sosial dan teori pembingkaian oleh William A. Gamson yang berbicara tentang model analisis framing William A. Gamson menjelaskan bahwa bingkai sebagai cara bercerita atau gugusan ide-ide yang tersusun sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna dari peristiwa yang berkaitan dengan suatu wacana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Frekuensi Antara menyampaikan secara nyata realitas yang ada, dengan memberikan detail kepada timeline waktu, tidak menutup identitas pelaku, serta pernyataan bersifat edukatif dan persuasif yang merekomendasikan pembacanya untuk tidak melakukan pelecehan seksual. Pemaknaan tersebut dibangun oleh Frekuensi Antara pada pemberitaan tersebut yang menunjukan kecendrungan Frekuensi Antara untuk melawan tindakan pelecehan seksual, dari penekanan diksi yang digunakan.
Copyrights © 2022