Latar Belakang: Gangguan menstruasi pada akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan dapat mengalami pola menstruasi yang normal dan sebagian dapat mengalami perubahan pola menstruasi. Akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan dapat mengalami gangguan pola menstruasi, seperti siklus haid yang memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak bahkan tidak menstruasi sama sekali (amenorhoe). Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Dengan Gangguan Menstruasi Di Desa Empus Talu Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB suntik yang ada di desa Empus Talu Kecamatan Bebesen dengan sampel dalam penelitian ini adalah 32 sampel yang ditentukan menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square dan pada derajat kepercayaan 95% dilakukan untuk mengetahui hubungan pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor kb, diperoleh nilai P Value 0,002 (P ≤ 0,05). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemakaian alat kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB.
Copyrights © 2023