ABSTRAK Dari observasi pendahuluan terhadap kader Posyandu Balita di Kecamatan Nyalindung ditemukan keterhambatan penyampaian pesan gizi, praktek pengukuran antropometri balita dan pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS) tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat sehingga data yang dihasilkan menjadi kurang valid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap perubahan tingkat pengetahuan gizi dan tingkat keterampilan kader posyandu balita di Kecamatan Nyalindung. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest postest menggunakan teknik purposive sampling dengan 58 responden kader posyandu yang berada di Kecamatan Nyalindung. Populasi pada penelitian ini adalah kader posyandu yang berada di Kecamatan Nyalindung. Responden penelitian akan menjalani pre-test terkait pengetahuan gizi menggunakan kuesioner kemudian pre-test kemampuan kader khususnya dalam pengukuran antropometri dan mengisi KMS menggunakan lembar tilik (cheklist) setelah itu diberikan pelatihan dan post-test di bulan berikutnya. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji Wilcoxon. Hasil uji wilcoxon menunjukan tidak ada perubahan tingkat pengetahuan gizi kader posyandu balita di Kecamatan Nyalindung sebelum dan sesudah diberi pelatihan (p=0,057). Sedangkan keterampilan kader posyandu menunjukkan ada perubahan tingkat keterampilan kader posyandu balita di Kecamatan Nyalindung sebelum dan sesudah diberi pelatihan (p=0,000). Maka disimpulkan bahwa tidak ada perubahan tingkat pengetahuan kader sebelum dan setelah pelatihan, serta ada perubahan sebelum dan sesudah pelatihan.
Copyrights © 2022