Latar Belakang: Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Penelitian ini dilakukan karena Desa Bantargebang yang memiliki ibu bersalin dengan angka kejadian ruptur perineum paling tinggi yaitu sebanyak 21 orang, dimana di Desa Bantargebang sendiri masih terdapat kurangnya pengetahuan terhadap kebersihan individual pasca melahirkan seperti personal hygiene, masih percaya mitos dengan pantangan jenis makanan, serta pola istirahat yang kurang setelah melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pantangan makanan, personal hygiene dan pola aktivitas dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Desa Bantargebang tahun 2021. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Pantangan Makanan, Personal Hygiene dan Pola Aktivitas dengan Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas Di Desa Bantargebang tahun 2021 Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan total sampling yaitu sebanyak 50 orang. Data di olah dengan menggunakan SPSS 25. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesiner. Teknik Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa data univariat dan analisa data bivariat dengan dilakukan uji statistik Kai-Kuadrat atau Chi-Squeare Hasil: Hasil uji statistik Chi-square variabel pantangan makanan (P-value = 0,000), personal hygiene (P-value = 0,038), dan pola aktivitas (P-value = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pantangan makanan, personal hygiene dan pola aktivitas dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Desa Bantargebang tahun 2021.
Copyrights © 2023