Keterbatasan sumber daya manusia bidang perpustakaan mempengaruhikinerja layanan di perpustakaan. Salah satu upaya yang dilakukanadalah menambah pustakawan melalui alih jalur dari struktural kefungsional pustakawan. Keputusan seseorang untuk alih jalur diawalidengan meningkatnya keingintahuan tentang pustakawan dan perpustakaan.Pada kondisi demikian, seseorang akan aktif mencari informasiseluk beluk pustakawan dan perpustakaan. Proses terus berlanjut sampaiketidakpastian tentang pustakawan dan perpustakaan berkurang danpara calon pustakawan memahami sepenuhnya dunia perpustakaandan pustakawan. Tujuan pengkajian ini adalah mengetahui kebutuhaninformasi, jenis informasi yang dicari, sumber informasi yang digunakan,dan strategi yang digunakan calon pustakawan dalam mencari informasicalon pustakawan dalam proses perpindahan dari jabatan structural kefungsional pustakawan. Pengkajian dilakukan melalui survei denganmenggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri atas pertanyaan terbukatertutup. Dari 24 orang sampel, hanya 16 orang yang bersedia menjawabpernyataan tentang pencarian informasi. Hasil pengkajian menunjukkanbahwa jenis informasi yang paling banyak dibutuhkan adalah informasitentang pendidikan dan pelatihan bidang perpustakaan, diikuti denganRegulasi bidang perpustakaan dan penilaian dan penetapan angka kreditdiurutan ke dua. Peringkat ke tiga adalah informasi tentang jenjang karirpustakawan, dan pustakawan dan aktivitasnya. Peringkat informasi yangdibutuhkan sama dengan informasi yang dicari. Sumber infomasi interpersonalyang paling banyak digunakan responden adalah pustakawansenior, pustakawan senior, dan tim penilai jabatan fungsional pustakawan.Sumber informasi interpersonal yang banyak digunakan untuk bertanyalangsung adalah pustakawan senior, diikuti dengan teman sejajar, timpenilai jabatan fungsional pustakawan, dan staf kepegawaian. Sedangkanresponden yang menelusur Internet lebih banyak dibandingkan denganresponden yang membaca buku dan petunjuk teksnis tercetak.
Copyrights © 2017