Cedera ketika melakukan futsal bisa disebabkan oleh kecelakaan, pelaksanaan latihan yang kurang baik, alat-alat yang tidak baik, persiapan kondisi fisik yang kurang, pemanasan dan peregangan otot yang tidak baik. Cedera hamstring adalah salah satu cedera yang sering diderita oleh pemain futsal. Pertolongan pertama cedera muskoloskeletal bisa dilakukan menggunakan metode RICE (Rest, ice, Compression, Elevation). Upaya yang dapat digunakan untuk menurunkan resiko keparahan cedera yaitu dengan dilakukan pendidikan kesehatan. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan pertolongan pertama cedera hamstring terhadap pengetahuan serta sikap pada anggota futsal Desa Kalisalak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner pengetahuan dan sikap. Data kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Jumlah sampel di penelitian ini berjumlah 31 responden dengan teknik Accidental Sampling. Dari 31 responden diperoleh nilai rata-rata variabel pengetahuan diperoleh pretest 46,61 dan posttest 49,10 sedangkan pada variabel sikap diperoleh pretest 35,81 dan posttest 39,42. Hasil Uji Paired t test didapatkan hasil p value masing-masing variabel 0,001 yang artinya menunjukan adanya taraf kebermaknaan atau signifikan. Dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi kesehatan pertolongan pertama cedera hamstring terhadap pengetahuan serta sikap pada anggota futsal Desa Kalisalak.
Copyrights © 2022