Guru SLB menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan mental dalam setiap pengambilan keputusannya. Setiap pekerjaan memiliki tuntutan dan tanggung jawab masing-masing begitu pula pada guru. Tuntutan tersebut dapat menjadi faktor yang menimbulkan terjadinya stres kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara beban kerja mental dan sistem pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 terhadap stres kerja pada guru SLB. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di SLB A YAAT Klaten dan SLB Mitra Ananda Colomadu dengan responden yaitu guru yang berjumlah 32 orang dengan metode sampling yaitu total sampling. Pengambilan dan pengukuran data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner NASA-TLX dan GHQ-12 untuk mengetahui tingkat beban kerja mental dan stres kerja responden. Data penelitian dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tempat kerja (p-value = 0.02), jenis kelamin (p-value = 0.036), beban kerja mental (p-value = 0.002; r=0.526) serta sistem pembelajaran masa pandemi Covid-19 (p-value = 0.002) terhadap stres kerja.
Copyrights © 2022