Tuberkulosis masih menjadi masalah baik di tingkat global, Indonesia, dan juga Provinsi Jambi. Kabupaten Sarolangun masih belum mencapai target treatment coverage kasus TB. Identifikasi wilayah yang perlu mendapatkan prioritas adalah hal yang penting dalam program penanggulangan TB. Belum ada penelitian TB spasial yang dilakukan di Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hotspot kasus TB secara geospasial di Kabupaten Sarolangun tahun 2018-2021. Data kasus TB diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Desain penelitian adalah studi ekologi. Unit analisis adalah desa/kelurahan. Data diolah menggunakan aplikasi open-source yaitu Geoda 1.20 dengan metode analisis adalah Getis Ord G*. Kasus TB di Kabupaten Sarolangun membentuk klaster. Hotspot kasus TB di Kabupaten Sarolangun mengklaster di wilayah padat penduduk yang juga dikenal sebagai pusat bisnis dan ekonomi. Kegiatan pencegahan dan pengendalian TB di Kabupaten Sarolangun diharapkan dapat terus ditingkatkan terutama di desa/kelurahan yang merupakan hotspot kasus TB.
Copyrights © 2022