Bandung Conference Series: Public Relations
Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations

Implementasi Corporate Social Responsibility PT Bio Farma dalam Membangun Ketahanan Pakan Ternak (Studi Kasus di PT Bio Farma Mengenai CSR di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat)

Agung Setiawan (Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung)
Maman Suherman (Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
27 Jan 2023

Abstract

Abstract One of the state-owned companies that always provides innovation and opportunities for the progress of the country, namely PT. Bio Farma (Persero) is a state-owned company (BUMN) that does business in the pharmaceutical sector as a producer of medicines and vaccines in Indonesia. PT Bio Farma's social responsibility program itself refers to ISO 26000: 2010 as the Guideline for Social Responsibility in the form of a form of concern and donation to national development. In this Corporate Social Responsibility program, issues and problems were found regarding the difficulty of obtaining good quality animal feed where this feed is for the needs of horse feed which incidentally is very much needed as a raw material for making vaccines produced by PT Bio Farma (Persero) and is also a problem that the same for dairy farmers in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. So a breakthrough is needed that can support the company and the surrounding community with a Corporate Social Responsibility program in building animal feed security in the region. The research objective was to find out how the implementation process was, the obstacles that occurred, and the reasons for choosing Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods were carried out using interview techniques, observation, literature studies, and documentation studies. The results of this study are: 1) The implementation process carried out by PT Bio Farma in its Corporate Social Responsibility program builds animal feed resilience, using four stages of CSR, namely the planning stage by conducting social mapping, implementation by carrying out programs based on social mapping, evaluation as an assessment of implemented programs, and reporting as a form of responsibility to relevant stakeholders. 2) There were obstacles during the implementation of activities, namely there were technical, non-technical, and planting land obstacles for breeders. 3) The reason why PT Bio Farma implemented the CSR program in Kertawangi Village was in accordance with the social mapping carried out where both the company and the community experienced difficulties in obtaining good quality animal feed. Geographically, in Cisarua District, with an altitude of 1350 meters above sea level, it is very suitable for planting the BBU variant of odot grass (Biofarma-BRIN-UNPAD). Then as an increase in community human resources. Abstrak Salah satu perusahaan milik negara yang selalau memberikan inovasi dan peluang untuk kemajuan negara yaitu PT. Bio Farma (Persero) adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbisnis dibidang farmasi sebagai produsen obat-obatan dan vaksin yang ada di Indonesia. Program tanggung jawab sosial PT Bio Farma itu sendiri mengacu pada ISO 26000: 2010 selaku Guideline For Social Responsibility berbentuk wujud kepedulian serta donasi kepada pembangunan nasional. Pada program Corporate Social Responsibility ini Isu dan permasalahan yang ditemukan mengenai sulitnya mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas baik dimana pakan ini untuk kebutuhan pakan kuda yang notabennya sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) dan juga menjadi permasalahan yang sama bagi para peternak sapi perah yang ada di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dibutuhkanlah sebuah terobosan yang dapat mendukung perusahaan maupun masyarakat sekitarnya dengan suatu program Corporate Social Responsibility dalam membangun ketahanan pakan ternak di wilayah tersebut. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi, hambatan yang terjadi, dan alasan memilih Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan Teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses Implementasi yang dilaksanakan oleh PT Bio Farma dalam program Corporate Social Responsibility membangun ketahanan pakan ternak, menggunakan empat tahapan CSR yaitu tahap perencanaan dengan melakukan pemetaan sosial, pelaksanaan dengan melakukan program berdasarkan pemetaan sosial, evaluasi sebagai penilaian atas program yang dijalankan, dan pelaporan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap stakeholder terkait. 2) Adanya hambatan saat pelaksanaan kegiatan, yakni terdapat hambatan teknis, non teknis, dan hambatan lahan tanam bagi para peternak. 3) Alasan PT Bio Farma melaksanakan program CSR di Desa Kertawangi adalah sesuai dengan pemetaan social yang dilakukan dimana perusahaan dan masyarakat sama-sama mengalami kesulitan dalam mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas bagus. Secara geografis di Kecamatan Cisarua dengan ketinggian 1350 mdpl sangat cocok untuk ditanami rumput odot varian BBU (Biofarma-BRIN-UNPAD). Kemudian sebagai peningkatan SDM masyarakat.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BCSPR

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, ...