Maman Suherman
Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Marketing Public Relations dalam Membangun Brand Awareness Aliyah Salma Dwi Pratiwi; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5517

Abstract

Abstract. The development of technology in this era dramatically affects the lives of Indonesian people, one of which is the ease in the field of information dissemination. The success of antidote.reseau as one of the UMKM in the fashion industry in marketing its products has attracted the interest of researchers to explore Marketing Public Relations activities which are used in the hope that it will have a good impact on other UMKM. Three issues are discussed in this study, namely: (1) the Management of Instagram @antidote.reseau in conveying information to the public; (2) The intensity of information delivery by the antidote.reseau through Instagram in increasing public knowledge about the brand; (3) The reasons for the antidote.reseau using Instagram to build brand awareness. In examining these three issues, researchers used a case study research method with a qualitative approach. The author uses a conceptual framework in the form of theories and concepts as an analytical knife in answering the problem formulation that has been determined. Theories and concepts used by the author are Marketing Public Relations theory, Public Relations theory, brand awareness theory, new media theory, and the Instagram concept. Abstrak. Dengan berkembangnya teknologi pada zaman ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah kemudahan di bidang penyebaran informasi. Keberhasilan Antidote Reseu sebagai salah satu UMKM di bidang industri Fashion dalam memasarkan produknya menarik minat peneliti untuk mendalami kegiatan Marketing Public Relation yang digunakan dengan harapan dapat memberikan dampak baik bagi UMKM lainnya. Terdapat tiga permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yakni tentang : (1) Pengelolaan Instagram @antidote.reseau dalam menyampaikan informasi kepada publik; (2) Intensitas penyampaian informasi oleh antidote.reseau melalui Instagram dalam meningkatkan pengetahuan khalayak tentang brand; (3) Alasan antidote.reseau menggunakan Instagram dalam membangun brand awareness. Dalam meneliti terhadap tiga persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan kerangka konseptual berupa teori dan konsep digunakan sebagai pisau analisis oleh penulis dalam menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan. Teori dan konsep yang digunakan penulis yaitu teori Marketing Public Relations, teori Public Relations, teori brand awareness, teori new media dan konsep Instagram.
Implementasi Kegiatan CSR Vaksinasi Gotong Royong Oleh PT Bio Farma Kota Bandung Saat Pandemi: Studi Kasus di PT Bio Farma Kota Bandung Fina Pebriana; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5534

Abstract

Abstract—This research is motivated by the existence of the COVID-19 pandemic in Indonesia. This study aims to find out how the implementation of Gotong Royong CSR activities by PT Bio Farma Bandung city changed during a pandemic. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Researchers obtained data sources from informants, who were four people who were involved in and affected by PT Bio Farma's CSR program and are still in the city of Bandung. The results of this study began with PT Bio Farma's planning of Gotong Royong Vaccination CSR activities by collaborating with external parties as well as internal parties from the company to disseminate information and assist the Gotong Royong Vaccination program when it is implemented on the spot. The program was then carried out by involving several divisions, including the security division, the admin team, the data verification team, the medical team, the VGR team, and the consumption team. The implementation was carried out for one week by providing a quota for five hundred participants per day. After the implementation was completed, an evaluation was carried out for the participants using the questionnaire method while the implementation team on duty in the field evaluated each end of the Mutual Cooperation Vaccine implementation session. PT Bio Farma overcame the obstacles by way of a joint solution from each of its divisions and continues to maximize the Gotong Royong Vaccination program to assist government programs in spreading and accelerating vaccination. Abstrak—Penelitian ini di latar belakangi atas adanya pandemi Covid-19 yang berada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan CSR Vaksinasi Gotong Royong oleh PT Bio Farma kota Bandung saat pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mendapatkan sumber data dari informan yang merupakan empat orang yang terlibat dan terkena dampak dari program CSR PT Bio Farma dan masih di daerah kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah diawali dengan perencanaan kegiatan CSR Vaksinasi Gotong Royong oleh PT Bio Farma adalah melakukan kerjasama dengan melibatkan pihak eksternal dan juga pihak internal dari perusahaan untuk penyebaran informasi dan membantu program Vaksinasi Gotong Royong saat pelaksanaannya di tempat, selanjutnya dilakukan pelaksanaan dengan melibatkan beberapa divisi untuk ditempat dari divisi keamanan, tim admin, tim verifikasi data, tim medis, tim VGR dan tim konsumsi. Pelaksanaan dilakukan selama satu minggu dengan menyediakan kuota untuk lima ratus peserta per harinya, setelah pelaksanaan selesai dilakukan evaluasi untuk peserta dengan metode penyebaran angket sedangkan untuk tim pelaksana yang bertugas di lapangan dilakukan evaluasi setiap akhir sesi pelaksanaan Vaksin Gotong Royong, PT Bio Farma mengatasi hambatan yang ada dengan cara solusi bersama dari setiap divisinya, PT Bio Farma tetap memaksimalkan program Vaksinasi Gotong Royong untuk membantu program pemerintah penyebaran dan percepatan vaksinasi.
Aktivitas Komunikasi Sanggar Seni dalam Upaya Melestarikan Budaya Sunda: (Studi Kasus Di Sanggar Leuweung Seni Kabupaten Purwakarta) Tyas Chandra Purnama; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5659

Abstract

Abstract. Sanggar Leuweung Seni is a non-profit arts organization in Purwakarta Regency. The reason for the researchers researching the Communication Activities of the Studio was because the Leuweung Seni Studio was able to actively return to building Sundanese art and cultural activities after a year of hiatus due to the Covid-19 Pandemic and cultural issues regarding the inclusion of communication information technology in western cultural understanding which could affect society so that it was feared the erosion of Sundanese culture in Purwakarta Regency. This study used a qualitative method with a case study approach, using a constructivism paradigm with data collection techniques through interviews, observation, and documentation as a form of triangulation. The results of the study of the Leuweung Seni Studio carry out internal activities with formal and informal networks, external activities of information dissemination, and good cooperation, Leuweung Seni Studio overcomes psychological and semantic communication barriers with two-way interpersonal communication. By holding activities to preserve Sundanese culture at the Leuweung Art Studio, the verbal and nonverbal messages conveyed are useful for carrying out in everyday life. Abstrak. Sanggar Leuweung Seni merupakan salah satu organisasi seni nonprofit di Kabupaten Purwakarta. Alasan peneliti melakukan penelitian terhadap Aktivitas Komunikasi Sanggar yaitu karena Sanggar Leuweung Seni dapat aktif kembali membangun kegiatan-kegiatan seni budaya sunda setelah satu tahun vakum disebabkan Pandemi Covid-19 dan isu budaya mengenai masuknya teknologi informasi komunikasi pada paham budaya barat yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga dikhawatirkan tergerusnya budaya sunda di Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan paradigma konstruktivisme dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta dokumentasi sebagai bentuk triangulasi. Hasil dari penelitian Sanggar Leuweung Seni melakukan kegiatan internal dengan jaringan formal dan informal, kegiatan eksternal penyebaran informasi dan kerjasama yang baik, Sanggar Leuweung Seni mengatasi hambatan komunikasi psikologis, semantik dengan komunikasi interpersonal dua arah. Dengan diadakannya kegiatan pelestarian budaya sunda di Sanggar Leuweung Seni, pesan verbal dan nonverbal yang disampaikan bermanfaat untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Corporate Social Responsibility PT Bio Farma dalam Membangun Ketahanan Pakan Ternak (Studi Kasus di PT Bio Farma Mengenai CSR di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat) Agung Setiawan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5707

Abstract

Abstract One of the state-owned companies that always provides innovation and opportunities for the progress of the country, namely PT. Bio Farma (Persero) is a state-owned company (BUMN) that does business in the pharmaceutical sector as a producer of medicines and vaccines in Indonesia. PT Bio Farma's social responsibility program itself refers to ISO 26000: 2010 as the Guideline for Social Responsibility in the form of a form of concern and donation to national development. In this Corporate Social Responsibility program, issues and problems were found regarding the difficulty of obtaining good quality animal feed where this feed is for the needs of horse feed which incidentally is very much needed as a raw material for making vaccines produced by PT Bio Farma (Persero) and is also a problem that the same for dairy farmers in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. So a breakthrough is needed that can support the company and the surrounding community with a Corporate Social Responsibility program in building animal feed security in the region. The research objective was to find out how the implementation process was, the obstacles that occurred, and the reasons for choosing Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods were carried out using interview techniques, observation, literature studies, and documentation studies. The results of this study are: 1) The implementation process carried out by PT Bio Farma in its Corporate Social Responsibility program builds animal feed resilience, using four stages of CSR, namely the planning stage by conducting social mapping, implementation by carrying out programs based on social mapping, evaluation as an assessment of implemented programs, and reporting as a form of responsibility to relevant stakeholders. 2) There were obstacles during the implementation of activities, namely there were technical, non-technical, and planting land obstacles for breeders. 3) The reason why PT Bio Farma implemented the CSR program in Kertawangi Village was in accordance with the social mapping carried out where both the company and the community experienced difficulties in obtaining good quality animal feed. Geographically, in Cisarua District, with an altitude of 1350 meters above sea level, it is very suitable for planting the BBU variant of odot grass (Biofarma-BRIN-UNPAD). Then as an increase in community human resources. Abstrak Salah satu perusahaan milik negara yang selalau memberikan inovasi dan peluang untuk kemajuan negara yaitu PT. Bio Farma (Persero) adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbisnis dibidang farmasi sebagai produsen obat-obatan dan vaksin yang ada di Indonesia. Program tanggung jawab sosial PT Bio Farma itu sendiri mengacu pada ISO 26000: 2010 selaku Guideline For Social Responsibility berbentuk wujud kepedulian serta donasi kepada pembangunan nasional. Pada program Corporate Social Responsibility ini Isu dan permasalahan yang ditemukan mengenai sulitnya mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas baik dimana pakan ini untuk kebutuhan pakan kuda yang notabennya sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) dan juga menjadi permasalahan yang sama bagi para peternak sapi perah yang ada di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dibutuhkanlah sebuah terobosan yang dapat mendukung perusahaan maupun masyarakat sekitarnya dengan suatu program Corporate Social Responsibility dalam membangun ketahanan pakan ternak di wilayah tersebut. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi, hambatan yang terjadi, dan alasan memilih Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan Teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses Implementasi yang dilaksanakan oleh PT Bio Farma dalam program Corporate Social Responsibility membangun ketahanan pakan ternak, menggunakan empat tahapan CSR yaitu tahap perencanaan dengan melakukan pemetaan sosial, pelaksanaan dengan melakukan program berdasarkan pemetaan sosial, evaluasi sebagai penilaian atas program yang dijalankan, dan pelaporan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap stakeholder terkait. 2) Adanya hambatan saat pelaksanaan kegiatan, yakni terdapat hambatan teknis, non teknis, dan hambatan lahan tanam bagi para peternak. 3) Alasan PT Bio Farma melaksanakan program CSR di Desa Kertawangi adalah sesuai dengan pemetaan social yang dilakukan dimana perusahaan dan masyarakat sama-sama mengalami kesulitan dalam mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas bagus. Secara geografis di Kecamatan Cisarua dengan ketinggian 1350 mdpl sangat cocok untuk ditanami rumput odot varian BBU (Biofarma-BRIN-UNPAD). Kemudian sebagai peningkatan SDM masyarakat.
Proses Humas Pemerintahan Kota Bandung dalam Meningkatkan Citra Pemerintah : Studi Deskriptif di Humas Pemerintah Kota Bandung dalam Program "Bandung Menjawab" Muhammad Muzakki; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5945

Abstract

Abstract—This study aims to find out how the public relations process in the city of Bandung in improving the image through the program "Bandung Responds". As one of the big cities in Indonesia, of course it is very important to maintain and improve its image in the eyes of the public, but in forming a good image in the eyes of the public it cannot be done instantly and definitely through several processes. Therefore this research was conducted to find out what steps public relations Bandung took in improving the government's image through the "Bandung Responds" program. This research uses quantitative research methods with a descriptive study approach, the data collection technique used is data triangulation. . Before creating the "Bandung Responding" program, there are four stages of public relations that must be carried out, namely the first is fact finding which aims to find out what issues or problems are currently happening among the community along with the facts and data obtained by coordinating with related parties, the second is the planning stage which aims to plan how the "Bandung Menhasil" " program is carried out starting from non-technical preparation to technical preparation for the implementation of activities, after that the third stage is implementation in which the "Bandung Responding" program is carried out according to the plans that have been made, and which the last is the evaluation stage which aims to evaluate the progress that has been carried out during the process of carrying out the "Bandung Responding" program by means of which each section will describe all progress that has been carried out along with the obstacles encountered and will be discussed together with others. Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses humas kota Bandung dalam meningkatkan citra melalui program “Bandung Menjawab”. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia tentunya sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan citra di mata masyarakat, akan tetapi dalam pembentukan citra yang baik di mata masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan dan pasti melalui beberapa proses. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja langkah humas kota Bandung dalam meningkatkan citra pemerintah melalui program “Bandung Menjawab”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah triangulasi data. Sebelum membuat program “Bandung Menjawab” ada empat tahapan humas yang harus dilaksanakan yaitu yang pertama pencarian fakta yang bertujuan untuk mengetahui apa saja isu atau permasalahan yang sedang terjadi dikalangan masyarakat beserta fakta dan data yang diperoleh dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait , yang kedua adalah tahap perencanaan yang bertujuan untuk merencanakan bagaimana program “Bandung Menjawab” dijalankan dimulai dari persiapan non-teknis hingga persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, setelah itu tahap yang ketiga adalah pelaksanaan yang mana program “Bandung Menjawab” dijalankan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dan yang terakhir adalah tahap evaluasi yang bertujuan untuk mengevaluasi progress yang telah dilaksanakan selama proses menjalankan program “Bandung Menjawab” dengan cara masing-masing bagian akan memaparkan seluruh progress yang telah dilaksanakan beserta dengan kendala-kendala yang dihadapi dan akan dibahas bersama-sama dengan yang lainnya.
Konstruksi Makna Bekerja sebagai Pengurus Usaha Hewan Ternak secara Sukarela Muhammad Ihsan Ramadhan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6116

Abstract

Abstract - Livestock can make a profitable business for entrepreneurs, taking care of livestock requires good energy and discipline accompanied by special skills so that livestock remain healthy and superior. a young man created an akang.id business to facilitate orders for livestock consumers, the large number of livestock enthusiasts became a reason for kak.id to be born with the convenience provided, on the basis of a sense of love for sheep and increasing convenience for customers in Indonesia to buy livestock sheep and why someone works voluntarily at kang.id. The motives, experiences and meanings of a person willing to work voluntarily at akang.id are research questions that will be investigated. This study uses a qualitative paradigm with phenomenological methods. Thus, researchers are trying to be able to unravel the various phenomena that exist. In-depth interviews, observation was chosen as a data collection technique, selected as a way to test the validity of the data through sources, methods, investigators and theories. The phenomenon of someone willing to work without being paid at kang.id is one of them. It was studied using George Herbert Mead's symbolic interaction theory, Kluckhon's theory of Cultural Values ​​together with Alfred Schutz's phenomenological approach in the hope of disentangling evidence, data and information on phenomena more clearly. The results of the research are from motives, experience becomes a meaning of life values, life that goes on becomes a means of worship, community, benefit for the surrounding environment and how to carry out a role in this life. Abstrak - Ternak hewan bisa menjadikan suatu bisnis yang menguntungkan bagi pengusahanya, mengurus hewan ternak memerlukan tenaga dan kedisiplinan yang baik dengan di barengi oleh keahlian yang khusus agar ternak tetap sehat dan unggul. seorang pemuda menciptakan sebuah usaha akang.id untuk memudahkan pesanan bagi konsumennya hewan ternak, banyaknya peminat hewan ternak menjadi suatu alasan bagi akang.id lahir dengan kemudahan yang diberikan, dengan dasar rasa kecintaan terhadap domba dan meningkatkan kemudahan bagi pelanggan di indonesia untuk membeli hewan ternak domba dan mengapa seseorang bekerja secara sukarela di akang.id. Motif, pengalaman dan makna seseorang mau bekerja secara sukarela di akang.id menjadi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan diteliti. penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan metode fenomenologi. Dengan demikian, peneliti berusaha untuk bisa mengurai berbagai fenomenan yang ada. Wawancara mendalam, observasi dipilih sebagai teknik pengumpulan data, dipilih sebagai cara uji keabsahan data melalui sumber, metode, penyidik dan teori. Fenomena seseorang rela bekerja tanpa dibayar di akang.id adalah salah satunya. Dikaji menggunakan teori interaksi sibolik George Herbert Mead, teori Nilai Budaya Kluckhon bersama dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan harapan dapat mengurai bukti , data dan informasi fenomena lebih terang. Hasil peneliti yaitu dari motif,pengalaman menjadi sebuah makna nilai-nilai kehidupan, kehidupan yang terus berjalan menjadi sarana ibadah, bermasyarakat, kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar dan bagaimana menjalakan sebuah peran di kehidupan ini.
Implementasi CSR PT X dalam Membangun Ketahanan Pakan Ternak Agung Setiawan; Maman Suherman
Jurnal Riset Public Relations Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v3i1.1955

Abstract

Abstract. PT X's social responsibility program itself refers to ISO 26000: 2010. Responsibility in the form of a form of concern and donation to national development. In this Corporate Social Responsibility program, issues and problems were found regarding the difficulty of obtaining good quality animal feed in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. The research objective was to find out how the implementation process was, the obstacles that occurred, and the reasons for choosing Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods were carried out using interview techniques, observation, literature studies, and documentation studies. The results of this study are: 1) PT X builds animal feed resilience, using four stages of CSR, namely the planning stage (social mapping), implementation (carrying out programs based on social mapping), evaluation (assessment of implemented programs), and reporting (form of responsibility to relevant stakeholders). 2) There were obstacles during the implementation of activities, namely there were technical, non-technical, and planting land obstacles for breeders. 3) PT X implemented the CSR program in Kertawangi Village where both of them experienced difficulties in obtaining good quality animal feed. Abstrak. Program tanggung jawab sosial PT X sendiri mengacu pada ISO 26000:2010. Dalam program Corporate Social Responsibility ini ditemukan isu dan permasalahan mengenai sulitnya mendapatkan pakan ternak yang berkualitas baik di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaannya, kendala yang terjadi, dan alasan memilih Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) PT X membangun ketahanan pakan ternak menggunakan empat tahapan CSR yaitu tahap perencanaan (social mapping), implementasi (program berbasis tentang pemetaan sosial), evaluasi (penilaian terhadap program yang dilaksanakan), dan pelaporan (tanggung jawab kepada pemangku kepentingan terkait). 2) Terdapat kendala selama pelaksanaan kegiatan yaitu adanya kendala teknis, non teknis, dan lahan tanam bagi para penangkar. 3) PT X melaksanakan program CSR di Desa Kertawangi di mana keduanya mengalami kesulitan dalam mendapatkan pakan ternak yang berkualitas baik.