Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan proses pembelajaran di Indonesia khususnya pada masa pandemi Covid-19. Pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan merujuk pada aturan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus corona. Sehingga pembelajaran pada saat itu dilaksanakan dengan konsep pembelajaran daring atau yang dikenal dengan istilah pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dirancang untuk bisa melaksnaakan pembelajaran dengan kondisi yang serba terbatas. Sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh menyebabkan banyak sekali permasalah yang terjadi salah satunya adalah peserta didik yang kesulitan memahami materi, sehingga terjadilah kondisi siswa kehilangan materi pelajaran atau yang dikenal dengan istilah Learning loss. Pasca pembelajaran jarak jauh tersebut guru juga jarang yang menguji kemampuan siswa untuk sekedar mengetahui kondisi Learning loss siswanya sehingga bila tidak ditanggulangi akan mempengaruhi proses belajar siswa kedepannya. Sehingga instrumen ini mampu mengetahui kondisi Learning loss siswa untuk nantinya bisa mendapat penanganan yang tepat oleh guru.
Copyrights © 2022