IMD ialah proses bayi menyusu segera selesainya dilahirkan, yakni BBL diberikan kesempatan untuk menemukan puting susu ibunya sendiri (tak disodorkan ke puting). Proses IMD dilaksanakan segera menggunakan indikasi bayi harus pada keadaan bugar dan bayi yang telah dikeringkan. Bayi pada keadaan telanjang diletakkan di dada ibu dalam posisi tengkurap. Pendekatan IMD waktu ini dilakukan memakai teori breast crawl, yaitu BBL segera diletakkan diperut ibu supaya bayi secara alami mencari sendiri asal ASI tanpa dibantu. Tujuan penelitian ini ialah untuk memahami kaitan pemahaman ibu perihal IMD serta produksi kolostrum selama 4 hari di Klinik Hanna Kasih Medan Tahun 2022. Metode yang digunakan ialah menggali informasi lapangan bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan Cross Sectional. Artinya suatu penelitian dengan cara survei serta pengambilan bahan secara serentak. Sampel penelitian ini, yaitu semua ibu nifas yang memiliki BBL di Klinik Pratama Hanna Kasih sebanyak 30 ibu nifas. Hasil uji chi square, maka dihasilkan nilai X² sebanyak 13,505 dengan Pvalue 0,001<0,05 maka ditarik kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu perihal IMD dengan produksi kolostrum selama 4 hari di Klinik Pratama Hanna Kasih Medan.
Copyrights © 2022