PT XYZ merupakan perusahaan di Jawa Barat yang memproduksi produk pangan khususnya biskuit. Proses produksi biskuit di PT XYZ perusahaan masih mengalami kendala yang berkaitan dengan waste. Metode lean six sigma diaplikasikan untuk membantu mengurangi waste yang terjadi di PT XYZ. Metode ini menggunakan kerangka kerja DMAIC (define, measure, analyze, improve, dan control) dibantu dengan beberapa tools seperti value stream mapping, E-DOWNTIME waste, nilai sigma, cause and effect diagram, dan Failure Mode and Effect Analysis. Value stream mapping menunjukkan hasil process Cycle Efficiency (PCE) dari 1 batch yang dihitung adalah 80,66% yang berarti 19,34% sisanya adalah non value added time. Non value added time ini menunjukkan adanya kemungkinan waste yang terjadi di PT XYZ. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, waste defect, waiting, dan transportation menjadi jenis waste yang paling sering terjadi dan berpengaruh terhadap produksi biskuit di PT XYZ. Hasil kuesioner FMEA menunjukkan waste defect dengan potential cause kanvas tidak seamless memiliki nilai RPN paling tinggi, lalu RPN tertinggi waste waiting adalah potential cause operator lalai serta kurang memperhatikan setelan mesin sehingga middleseal dan endseal mesin tidak pas, sedangkan waste transportation dengan RPN tertinggi adalah potential cause tata letak yang tidak efisien sehingga menambah leadtime produksi. Usulan perbaikan yang diberikan penulis adalah membuat master schedule maintenance, membentuk tim pengawas lapangan, mengganti kanvas menjadi seamless, dan membuat mapping layout area gudang.
Copyrights © 2023