Limpasan adalah salah satu mode kegagalan yang paling serius terutama pada bendungan yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan material. Rencana peningkatan tampungan pada Waduk Kedung Ombo dengan meninggikan mercu pelimpah menggunakan flap gates setinggi 2 meter tanpa meninggikan tubuh bendungan perlu di evaluasi mengingat tinggi jagaan eksisting hanya 1 meter. Tinjauan hidrologi dan hidraulik dilakukan dengan menggunakan data – data hidrologi terbaru dan menggunakan bantuan Program HEC-HMS dan HEC-RAS. Untuk bangunan pelimpah berpintu harus mempertimbangkan kondisi dimana terjadi operasi yang tidak normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa puncak banjir tertinggi pada kala ulang PMF berada pada elevasi +94.50 meter dimana elevasi puncak ini masih di bawah elevasi muka air banjir desain (+95.00). Tinggi jagaan dihitung dari elevasi mercu tubuh bendungan (+96.00 meter) ke elevasi puncak banjir (+94.50 meter) adalah sebesar 1.50 meter. Apabila tinggi jagaan dikurangi dengan nilai reduksi akibat operasi pintu yang tidak normal sebesar 0,50 meter maka tinggi jagaan menjadi 1.00 meter. Tinggi jagaan akibat rencana peningkatan tampungan dengan tinggi jagaan eksisting menunjukkan elevasi yang sama sehingga dapat disimpulkan bahwa tubuh bendungan tidak akan mengalami limpasan.
Copyrights © 2022