Latar Belakang; Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang telah lama berkembang di dunia. Kejadian kusta di dunia masih relatif cukup tinggi. Keberhasilan dalam mendeteksi kasus baru dapat diukur dari tinggi rendahnya proporsi cacat tingkat II akibat kasus kusta.Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya determinan kecacatan akibat penyakit kusta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita kusta di Puskesmas Air Itam Kabupaten PALI tahun 2015-2019 dengan MDT (Multi Drug Therapy) yang berasal dari program pemberantasan penyakit kusta dengan jumlah 35 orang. Sampel penelitian adalah total populasi. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Air Itam Kabupaten PALI. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei s.d Juni 2021. Analisis data bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan antara jenis pekerjaan (nilai p 0,023), tingkat pendidikan (nilai p 0,000), kepatuhan berobat dan minum obat (nilai p 0,006), tipe kusta (nilai p 0,005), dan reaksi kusta (nilai p 0,005) dengan kecacatan akibat kusta. Saran: Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan perlunya peningkatan kerjasama lintas program dan lintas sektoral sehingga promosi kesehatan untuk pencegahan kecacatan akibat kusta dapat dilakukan serta upaya eradikasi kusta segera terwujud di wilayah kerja Puskesmas Air Itam Kabupaten PALI Keywords: Kecacatan, Penyakit Kusta
Copyrights © 2023