The stability of faith is a vital necessity in human life, especially when facing difficult or complex situations. This study aims to describe Hana's steadfast belief in living a stressful life and outline her theological reflections on the lives of today's believers. The method used in this study is descriptive qualitative with a narrative analysis approach to the Bible text 1 Samuel 1:1-28. The study results show that Hana's faith is built by the tri-center synergy of faith: first, remain grateful for whatever happens. Second, keep earnestly hoping and trusting God fully. Third, stay focused and faithful to do your part. AbstrakKekokohan iman merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan manusia, terlebih ketika menghadapi situasi sulit atau berat. Kajian ini bertujuan memberikan deskripsi tentang keteguhan iman Hana dalam menjalani hidup yang penuh tekanan dan menguraikan refleksi teologisnya bagi kehidupan umat percaya masa kini. Metode yang dipergunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif terhadap teks Alkitab 1 Samuel 1:1-28. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman Hana dibangun oleh sinergitas tripusat iman yaitu: pertama, tetap bersyukur atas apapun yang terjadi. Kedua, tetap bersungguh-sungguh berharap dan percaya penuh kepada Tuhan. Ketiga, tetap fokus dan setia melakukan bagiannya.
Copyrights © 2022