Seiring dengan perkembangan jaman, para penyandang disabilitas netra atau lebih dikenal dengan istilah tunanetra juga berhak mendapatkan pendidikan dan keterampilan teknologi. Keterampilan teknologi bagi tunanetra tidak hanya dibatasi pada pengoperasian perangkat elektronik seperti telepon pintar dan komputer dengan bantuan perangkat lunak pembaca layar seperti NVDA (Non-Visual Desktop Access). Tunanetra juga memiliki kesempatan untuk menjadi inovator dan pengembang perangkat lunak sebagai seorang programmer dengan mempeajari bahasa pemrograman komputer seperti bahasa C++. Permasalahan muncul dengan terbatasnya media pembelajaran dan sumber belajar yang mendukung bagi para penyandang tunanetra tersebut. Minimnya buku panduan pembelajaran bahasa pemrograman C++ bagi tunanetra mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan menerapkan Metode Problem Based Learning atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran bahasa pemrograman C++. Melalui metode PBM ini dihasilkanlah sebuah buku panduan pembelajaran bahasa pemrograman C++ bagi tunanetra. Dalam buku tersebut terdapat delapan belas materi Pertemuan. Setelah dilakukan pengujian kepada lima orang responden, mendapatkan hasil penilaian maksimal, yaitu 5 (lima) untuk setiap responden dengan skala 1 – 5. Dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberadaan panduan pembelajaran pemrograman bahasa C++ yang dirancang khusus untuk tunanetra mutlak diperlukan.
Copyrights © 2022