Salinitas adalah salah satu parameter kualitas air yang memiliki peranan penting dalam kelulushidupan dan pertumbuhan L. Vannamei. Salinitas berperan dalam proses osmoregulasi dan molting pada udang. Pada salinitas yang luas (euryhaline) pertumbuhan udang akan terganggu dikarenakan proses osmoregulasinya terganggu. Adanya gangguan osmolaritas menyebabkan energi yang digunakan untuk aktivitas pertumbuhan menurun, sehingga menurunkan laju pertumbuhan. Oleh karena itu, dibutuhkan salinitas optimal untuk mendukung pertumbuhan udang yang diablasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat salinitas berbeda terhadap pertumbuhan udang vannamei L. vannamei yang diablasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Sistematis (RAS) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan pada tiap perlakuannya. Data dianalisis dengan ANOVA. Sementara itu, perbedaan pengaruh antar perlakuan dipeloleh melalui uji wilayah ganda Duncan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai tingkat salinitas media isoosmotik pada berbagai fase molting memberikan pengaruh (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian. Nilai terbaik laju pertumbuhan harian (sebelum dan setelah mengalami kematian) berada pada perlakuan S3 (25±1 ppt) (mendekati isoosmotik intermolt akhir/premolt) dengan SGR sebesar 1,17%.
Copyrights © 2020