Sebagian besar masyarakat Kelurahan Mangkang Wetan menggunakan sumber air tanah berupa sumur artesis atau PAMSIMAS karena mudah dijangkau dan murah. Kelurahan ini merupakan salah satu kawasan permukiman kumuh dengan luas 13 Ha yang tersebar di 3 RW. SPAM Semarang Barat diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengendalikan pengambilan air tanah sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya beli masyarakat permukiman kumuh berdasarkan ATP dan WTP dalam beralih ke PDAM. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif, household budget, dan contingent value. Hasil penelitian menunjukkan daya beli warga berada pada range tarif antara Rp 1.000/m3 sampai dengan Rp 2.999/m3. Sedangkan sebagian besar tarif resmi PDAM yang berlaku berada di atas daya beli warga. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan dari masyarakat untuk berlangganan air bersih dengan PDAM buruk. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan keterjangkauan daya beli masyarakat (penyesuaian tarif) dalam penetapan tarif air bersih atau mengoptimalkan SPAM eksisting yang sudah tersedi
Copyrights © 2020