Ruang terbuka sebagai fasilitas publik seharusnya bisa dinikmati oleh semua orang, tanpa terkecuali, termasuk golongan berkebutuhan khusus seperti lansia, penyandang cacat, dan lainnya. Perhatian terhadap inklusifitas ruang terbuka publik diharapkan memenuhi kebutuhan fasilitas berdasarkan profil pengguna. Artikel ini menganalisis aspek responsif gender dari penyediaan fasilitas pendukung pada ruang publik di Kota Lama Semarang. Tujuan artikel ini menganalisis bagaimana ruang terbuka publik dapat mewadahi kelompok masyarakat sebagai pengguna ruang terbuka publik. Pengumpulan data melalui observasi lapangan dengan aspek amatan meliputi pedestrian, taman aktif, dan fasilitas pelengkap. Sebagai kesimpulan, artikel ini menggambarkan secara rinci terkait kondisi dan kelengkapan komponen fasilitas pendukung ruang terbuka publik. Namun perlu adanya peningkatan penyediaan, fokus pada keterwakilan ketersediaan fasilitas berdasarkan kelompok masyarakat berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2020